Kabut Asap di Pelalawan Riau Sangat Pekat hingga Sempat Menguning

Pelalawan – Kualitas udara di Riau dinyatakan berbahaya. Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, sempat menguning.

Salah satu warga, Huda, mengatakan kabut asap berwarna kuning di Pelalawan itu muncul sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (18/9/2019). Padahal, kata Huda, di hari-hari sebelumnya kabut asap yang menyelimuti Pelalawan berwarna putih.

“Baru hari ini kuning begini,” ujar Huda.

Kondisi kabut asap yang menguning itu mulai hilang sekitar pukul 11.00 WIB. Meski demikian, kabut asap masih pekat di Pelalawan.

Dia mengaku khawatir kualitas udara makin buruk dan asap semakin pekat. Menurut Huda, jika hujan tak turun hari ini, maka bisa saja asap akibat karhutla yang terjadi di Riau semakin parah.

“Khawatirnya besok makin parah ini kalau nggak hujan,” ucapnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari BNPB, Rabu (18/9) pukul 09.00 WIB, kualitas udara berbahaya terjadi di sejumlah wilayah yang mengalami karhutla antara lain di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar) dan Riau. Di Riau sendiri terdapat 388 titik api.
Selain itu, BMKG Pekanbaru juga merilis jumlah titik panas yang semakin meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya. Pada confidence 70 persen, sebaran titik panas terpantau sebanyak 205.

Titik panas ini menyebar di sejumlah kabupaten di Riau. Di Kabupaten Bengkalis ada 6, Kampar 6, Dumai 10, Kuansing 1, Pelalawan 61, Rohil 58, Inhu 36 dan Inhil 27.

“Jarak pandang di Pekanbaru hari ini 500 meter. Di Kabupaten Inhu, 400 meter, Dumai 700 meter, Pelalawan 400 meter. Jarak pandang terbatas karena pengaruh asap,” kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto.

(haf/fdn)

sumber : detikNews 2019/09/18